Sekilas Program Hibah MFP3

MFP3 memberikan dan mengelola dana hibah yang akan digunakan secara strategis untuk  membantu tercapainya tujuan dan dampak pelaksanaan proyek. Dana hibah diharapkan mampu mendukung proses pelibatan dan perencanaan yang membangun antara berbagai komunitas, LSM, lembaga lokal, sektor swasta dan lembaga pemerintah terkait lain. Dukungan ini diberikan untuk berkolaborasi mencapai tujuan MFP3 yaitu mendukung peningkatan tata laksana kehutanan Indonesia yang akan mengurangi tingkat kemiskinan di pedesaan, meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati, dan memperkuat perlindungan iklim dengan secara signifikan mengurangi emisi dari berbagai praktek penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan.
 
Program Hibah MFP3 merupakan bagian penting dari strategi proyek untuk memastikan akses yang merata dan berkesinambungan di lokasi proyek melalui partisipasi dan kolaborasi masyarakat setempat serta berbagai elemen terkait. Program ini merupakan mekanisme untuk mendukung tiga bidang kerja MFP3 yaitu Legalitas Kayu, Pengembangan Wirausaha Kehutanan, dan Akses Masyarakat ke Hutan. Rincian kegiatan utama untuk masing-masing bidang kerja MFP3 dapat dilihat pada tautan ini .
 
Program Hibah MFP3 memberikan dana bagi LSM Indonesia dan organisasi masyarakat sipil, usaha menengah dan kecil, kelompok swadaya masyarakat (KSM), universitas, serta lembaga masyarakat setempat lain.
 
Jumlah maksimal dana hibah tersebut adalah 3 juta pound sterling untuk seluruh periode proyek (yaitu tiga tahun).  Hibah akan diberikan bila terdapat keterkaitan yang menyeluruh antara bantuan teknis, kegiatan pendampingan masyarakat, pelatihan, dan kegiatan lain yang menjawab kebutuhan setempat di suatu lokasi proyek.  
 
Seluruh penerima hibah hanya dapat melaksanakan kegiatan selama periode pelaksanaan MFP3 yaitu bulan April 2014 hingga September 2016, tergantung pada ketersediaan dana dari UK-CCU. Hibah harus selesai dilaksanakan setidaknya tiga bulan sebelum proyek MFP3 berakhir. Sedangkan satu program hibah dapat dilaksanakan selama dan tidak lebih dari 2 tahun.
 
Tujuan Program Hibah MFP3
Tujuan Dana Hibah adalah mendorong partisipasi dan/atau kolaborasi masyarakat Indonesia, serta membangun dan meningkatkan kapasitas kelompok swadaya masyarakat dan organisasi swadaya masyarakat yang berkomitmen tinggi untuk pencapaian rencana dan pelaksanaan program MFP3 di tingkat nasional maupun lokal melalui berbagai proses yang lebih partisipatif dan terbuka, seperti perencanaan, anggaran dan layanan. Semua hal ini diharapkan tak hanya melibatkan lembaga pemerintah selaku pemangku kepentingan utama, tetapi juga penduduk dan unit pemerintah lokal seperti individu, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan propinsi.
 
Aplikasi Hibah MFP3
Segala jenis kegiatan yang bertujuan menunjang pelaksanaan Rencana Kerja MFP3 dapat mengajukan permohonan hibah (unsolicited) atau diminta oleh MFP3 untuk mengirimkan proposal hibah (solicited) untuk suatu kegiatan MFP3 yang sudah ditentukan.
 
Bagi yang tertarik untuk mengajukan aplikasi (unsolicited), formulir aplikasi dan kelengkapannya dapat diunduh pada tautan  berikut.
 
Untuk mitra yang diminta mengirimkan proposal (solicited), Request for Application yang sudah disetujui  dapat diunduh pada tautan berikut.

Ketentuan atau Persyaratan Penerima atau Pemohon Hibah MFP3
Hibah dapat diberikan ke LSM Indonesia sesuai dengan ketentuan di bawah ini.
 
Kriteria Kelayakan Minimum
Untuk memenuhi kriteria kelayakan minimum dalam kompetisi hibah, proposal harus:
1.      Memenuhi setidaknya satu sasaran dan prinsip MFP3;
2.      Memiliki hasil yang diharapkan dan terhubung dengan sasaran-sasaran MFP3;
3.      Memiliki komponen cost-share dari sisi pemohon;
4.      Diserahkan oleh organisasi yang layak; dan
5.      Memiliki rekening bank atas nama lembaga.
 
Organisasi Yang Layak/Memenuhi Syarat
Institusi atau organisasi dengan Status Legal Indonesia, yang mencakup:
1.    Masyarakat Sipil atau Organisasi Massa
2.    Lembaga Penelitian atau Kebijakan
3.    Universitas, perguruan tinggi, lembaga pelatihan
4.    Organisasi pemuda, organisasi pelajar atau organisasi wanita
5.    Organisasi kebudayaan
6.    Asosiasi profesi
7.    Lembaga pemerintahan
8.    Serikat Buruh atau Serikat Pekerja di sektor kehutanan
 
Standar Akuntansi
Dana Program MFP3 yang dihibahkan kepada mitra hibah harus ditatabukukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku umum.

Pelaporan, pemantauan dan evaluasi
Dana hibah yang diperoleh mitra hibah dari Program MFP3 digunakan untuk membiayai program, harus dilaporkan sesuai dengan siklus pelaporan yang telah disetujui didalam kontrak hibah, dalam bentuk laporan kegiatan dan laporan keuangan yang disampaikan secara berkala. Pelaporan ini dipakai sebagai salah satu basis pemantauan dan evaluasi kegiatan baik di tingkat lapangan maupun pusat.

Tanya Jawab seputar Hibah

(T):  Apakah prioritas tematik harus dilakukan di kawasan prioritas hibah MFP3?

(J):  Kegiatan yang dilakukan pada Program MFP3 berbasis isu-isu yang menyangkut 3 bidang kerja program MFP3. Informasi ini dapat dilihat pada tautan berikut :

(T):  Apakah organisasi yang tengah mengajukan permohonan pendanaan ke MFP3 atau program-program lain dibawah administrasi MFP3 boleh mengirimkan proposal lain ke MFP3?

(J):  Para calon mitra diperkenankan untuk mengirimkan proposal ke MFP3 walaupun sedang mengajukan permohonan pendanaan pada program lain dibawah administrasi MFP3 karena masing-masing program bersifat independen.

(T): Dalam informasi Dasar Organisasi, apakah dimungkinkan untuk menuliskannya lebih dari satu halaman mengingat anggota konsorsium kami yang cukup banyak?

(J): Informasi Dasar Organisasi yang dimintakan untuk dituliskan secara lengkap adalah lembaga utama yang mengajukan proposal kepada MFP3.  Anggota konsorsium cukup dituliskan nama lembaganya saja.  Silakan menambah jumlah halaman apabila informasi dasar mengenai lembaga tidak cukup bila hanya dipaparkan dalam satu halaman.

(T): Apakah bagian konteks proyek bisa dibuat lebih dari 2 halaman?

(J): Indikasi jumlah halaman yang diminta ditetapkan tidak lebih dari 5 halaman.  Silakan diatur saja untuk menghadirkan informasi yang ringkas, padat sekaligus informatif untuk memudahkan penilaian terhadap proposal yang diajukan.  Jika konteks proyek lebih dari 2 halaman namun jumlah total proposal keseluruhan tidak lebih dari 5 halaman, masih diperbolehkan.

(T): Apakah semua kolom dalam Kerangka Kerja Logis perlu diisi?

(J): Semua kolom yang ada dalam contoh format diminta untuk diisi, agar dapat diikuti alur kerangka yang logis untuk setiap aktifitas yang diusulkan.

(T):  Apakah proposal yg dikirim harus lengkap atau cukup konsep paper saja?

(J):  Jika proposal kegiatan ini diminta (solicited), calon cukup mengirimkan concept paper terlebih dahulu, selanjutnya akan dikirimkan RFA lengkap dengan formulir proposal.  Jika hibah dikategorikan sebagai unsolicited, silakan langsung mengunduh dan mengisikelengkapan proposal yang tersedia pada tautan  ini. Dokumen proposal yang harus dilengkapi adalah Formulir Proposal, Formulir Anggaran, Kerangka Kerja Logis, dan Rencana Kerja.

(T):  Apakah sheet pada file excel seperti Kerangka Kerja Logis, Rencana Kerja, dan Anggaran juga harus diisi pada saat pengiriman proposal?

(J): Para calon mitra diharapkan mengirimkan logframe, workplan dan anggaran mohon diisi untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perencanaan dan pelaksanaan proyek yang diusulkan.

(T):  Pada bagian workplan, apakah kolom capaian atau realisasi harus diisi?

(J): Dalam workplan, kolom capaian dan realisasi baru bisa diisi jika proyek telah berjalan. Jadi untuk tahap ini tidak perlu diisi dahulu.

(T):  Kemana harus berkonsultasi jika ada pertanyaan lebih lanjut?

(J): Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai Program Dana Hibah MFP3, silahkan menghubungi Nurhayati, Grants Manager MFP3, pada email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

 

 

advertising 8